Gembala dan Janji-Janjinya

Seorang
gembala domba, suatu hari menghitung jumlah gembalaannya, dan menemukan bahwa
sejumlah domba telah hilang.
Karena
marah, sang Gembala berkata dengan lantang bahwa dia akan menangkap dan
menghukum pencuri yang mengambil dombanya. Sang Gembala menduga bahwa seekor
serigalalah yang memangsa domba-dombanya dan untuk itu, sang Gembala berjalan
menuju ke pergunungan berbukit di mana pada pegunungan tersebut terdapat sebuah
gua yang menjadi sarang serigala. Sebelum berangkat, sang Gembala berdoa kepada
Tuhan agar menolongnya menemukan pencuri ternaknya, dan untuk itu, sang Gembala
berjanji akan mengurbankan seekor domba yang gemuk sebagai rasa syukurnya
nanti.
Sang Gembala
kemudian mencari kesana-kemari sepanjang hari, tetapi dia tak menemukan seekor
serigalapun, dan saat dia melewati gua besar di sisi pegunungan, seekor singa
besar berjalan keluar dengan membawa seekor domba dimulutnya. Dalam rasa
ketakutan yang amat sangat, dengan badan dan kaki gemetaran, sang
Gembala langsung berlutut dan berdoa kembali kepada Tuhan.
"Ya
Tuhan, hamba tidak sadar bahwa apa yang tadinya saya minta akan menjadi seperti
ini. Tolonglah hamba-Mu ini sekarang, hamba berjanji akan memberikan hewan
kurban berupa seekor sapi yang besar apabila pencuri domba ini pergi menjauh
dari sini!
Analisis Dongeng
1.
Tema
Seorang gembala dan janji-janjinya yang
berubah-ubah atau pendirian yang goyah.
2.
Alur
Alur maju, karena diceritakan maju tanpa
kembali ke awal cerita.
3.
Latar
a.
Tempat, pergunungan berbukit.
b.
Suasana, Menegangkan karena sang pengembala bertemu
dengan seekor srigala.
4.
Penokohan
a.
Sang pengembala, merupakan seseorang yang ragu, karena
perkataannya tidak sesuai dengan tindakan yang ia lakukan.
b.
Srigala