Rabu, 16 Mei 2018


PIDATO
PERANAN BAHASA

Hadirin yang saya hormati,
Sebagai pembuka, marilah kita memanjatkan rasa puji syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, yang tidak pernah berhenti sedikitpun memberikan rahmat dan nikmat kepada kita, sehingga kita dapat hadir dalam ruangan ini bersama-sama memenuhi kewajiban kita dalam menuntut ilmu, yang mana ilmu tersebut sebagai bekal kita untuk menatap masa depan yang lebih baik, di dunia maupun di akhirat nanti.
Pada kesempatan yang berbahagia ini marilah kita niati untuk menambah ilmu, agar segala yang kita lakukan bisa benar – benar menghasilkan manfaat yang baik.
Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku dan budaya. Keberagaman suku dan budaya di Indonesia memunculkan kekayaan bahasa dan sastra. Keberagaman bahasa yang ada menjadikan Indonesia membutuhkan bahasa persatuan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi. Maka, Indonesia memilih Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Sebuah bahasa yang besar, yang layak untuk menjadi sebuah kebanggaan.
Harus bangga dengan bahasa Indonesia yang sekarang kita miliki, Ini karena untuk dapat mengucapkan bahasa ini secara bebas, membutuhkan perjuangan yang begitu berat. Saat ini, indonesia memang sudah hidup di Negara yang merdeka. Tidak ada lagi peperangan melawan penjajah. Akan tetapi, bukan berarti kita berhenti dalam berjuang. Kita dapat turut berperan serta dalam pembangunan Nasional dengan cara menuntaskan program wajib belajar, membayar pajak, mematuhi perundang-undangan yang ada dan masih banyak lagi yang lainnya. Sebagai pelajar, kita juga harus menjaga semangat perjuangan untuk membangun Negara kita dengan cara belajar dan turut menyukseskan program pendidikan nasional. salah satunya juga dengan belajar bahasa Indonesia secara baik dan benar.
Saat ini, penggunaan bahasa Indonesia cenderung dikalahkan oleh bahasa asing. Padahal, pengutamaan bahasa Indonesia sebagai identitas nasional merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Kemajuan teknologi dan sumber daya tidak seharusnya membuat Bangsa ini melupakan identitas dirinya yang tercemin dalam Sumpah Pemuda, yang menyatakan bahwa kita memiliki satu bahasa pemersatu, yakni bahasa Indonesia. Pendidikan Sekolah dan perguruan tinggi sebagai salah satu sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tempat yang paling efektif untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa Indonesia. Pada dasarnya, pendidikan merupakan upaya yang terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar dapat berkembang dan tumbuh menjadi manusia yang mandiri, bertanggungjawab, berilmu, kreatif, sehat, sekaligus berakhlak mulia, baik dilihat dari aspek jasmani maupun rohani. 
Manusia yang berakhlak mulia, yang memiliki moralitas tinggi sangat dituntut untuk dibentuk atau dibangun. Bangsa Indonesia tidak hanya sekedar memancarkan kemilau pentingnya pendidikan, melainkan bagaimana bangsa Indonesia mampu merealisasikan konsep pendidikan dengan cara pembinaan, pelatihan dan pemberdayaan SDM Indonesia secara berkelanjutan dan merata. 
Dengan mempertimbangkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, baik dalam kedudukan sebagai bahasa nasional maupun sebagai bahasa negara, sesuai dengan UU RI Nomor 24 tahun 2009 menegaskan bagaimana pentingnya bahasa Indonesia dalam proses pendidikan ini. Bahasa dan sastra Indonesia berfungsi sebagai hasil cipta intelektual dalam produk budaya, diarahkan sebagai sarana pembinaan kesatuan dan persatuan bangsa, sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya, sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, sarana penyebarluasan pemakaian bahasa Indonesia yang baik untuk berbagai keperluan menyangkut berbagai masalah, sarana pengembangan penalaran, dan sarana pemahaman beragam budaya Indonesia melalui khazanah kesusasatraan Indonesia.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa kepribadian indonesia adalah kepribadian yang pancasilais, yaitu kepribadian yang religius, penuh rasa kemanusiaan, rasa persatuan, rasa demokratis, dan rasa keadilan sosial. Seluruh kepribadian ini salah satunya akan tercermin melalui cara berkomunikasi. Dengan jati diri dan karakter yang kuat, diharapkan bangsa Indonesia tetap mampu bersaing dan sekaligus ikut bermain peran dalam kancah kehidupan global. Bangsa yang berkarakter—dalam hal ini—tidak saja bangsa yang mampu memperlihatkan jati diri dan kepribadian yang kuat, tetapi juga penuh tanggung jawab, jujur, disiplin, berkualitas, dan mempunyai kompetensi yang tinggi.
Terkait dengan hal tersebut, bahasa Indonesia termasuk sastra, di dalamnya memegang peranan yang amat penting dalam pendidikan karakter bangsa. Hal itu karena dengan mencintai bahasa Indonesia berarti juga mencintai bangsa Indonesia karena bahasa pada hakikatnya juga merupakan simbol identitas bangsa. Sebagai sarana komunikasi, bahasa juga mampu membangun keterampilan berkomunikasi, keterampilan menyampaikan pendapat, gagasan, dan pandangan dalam menyikapi suatu persoalan yang dihadapi dalam kehidupan pada era global ini. Keterampilan seperti itu tentu sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan zaman.
Dengan bahasa Indonesia, kita dapat belajar untuk mencintai Indonesia, membanggakan Indonesia, dan pada akhirnya, belajar dengan tekun sehingga mampu menunjukkan kepada dunia, bahwa negara yang kita cintai ini memiliki karakter yang hebat dan mampu bersaing menjadi yang terbaik dalam menjawab tantangan global. Tetap berjuang untuk Negara kita tercinta, untuk yang lebih baik di waktu yang akan datang, dari hari ini. Jangan pernah bosan sebelum berhasil, semoga Tuhan segera memberikan wujud nyata terhadap usaha dan perjuangan kita, sehingga tercapai cita-cita Negara kita.

Sekian yang dapat saya sampaikan, jika ada perkataan atau tutur saya yang kurang berkenan saya mohon maaf, sekian dan terimakasih.



PIDATO
PERANAN BAHASA

Hadirin yang saya hormati,
Sebagai pembuka, marilah kita memanjatkan rasa puji syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, yang tidak pernah berhenti sedikitpun memberikan rahmat dan nikmat kepada kita, sehingga kita dapat hadir dalam ruangan ini bersama-sama memenuhi kewajiban kita dalam menuntut ilmu, yang mana ilmu tersebut sebagai bekal kita untuk menatap masa depan yang lebih baik, di dunia maupun di akhirat nanti.
Pada kesempatan yang berbahagia ini marilah kita niati untuk menambah ilmu, agar segala yang kita lakukan bisa benar – benar menghasilkan manfaat yang baik.
Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku dan budaya. Keberagaman suku dan budaya di Indonesia memunculkan kekayaan bahasa dan sastra. Keberagaman bahasa yang ada menjadikan Indonesia membutuhkan bahasa persatuan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi. Maka, Indonesia memilih Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Sebuah bahasa yang besar, yang layak untuk menjadi sebuah kebanggaan.
Harus bangga dengan bahasa Indonesia yang sekarang kita miliki, Ini karena untuk dapat mengucapkan bahasa ini secara bebas, membutuhkan perjuangan yang begitu berat. Saat ini, indonesia memang sudah hidup di Negara yang merdeka. Tidak ada lagi peperangan melawan penjajah. Akan tetapi, bukan berarti kita berhenti dalam berjuang. Kita dapat turut berperan serta dalam pembangunan Nasional dengan cara menuntaskan program wajib belajar, membayar pajak, mematuhi perundang-undangan yang ada dan masih banyak lagi yang lainnya. Sebagai pelajar, kita juga harus menjaga semangat perjuangan untuk membangun Negara kita dengan cara belajar dan turut menyukseskan program pendidikan nasional. salah satunya juga dengan belajar bahasa Indonesia secara baik dan benar.
Saat ini, penggunaan bahasa Indonesia cenderung dikalahkan oleh bahasa asing. Padahal, pengutamaan bahasa Indonesia sebagai identitas nasional merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Kemajuan teknologi dan sumber daya tidak seharusnya membuat Bangsa ini melupakan identitas dirinya yang tercemin dalam Sumpah Pemuda, yang menyatakan bahwa kita memiliki satu bahasa pemersatu, yakni bahasa Indonesia. Pendidikan Sekolah dan perguruan tinggi sebagai salah satu sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tempat yang paling efektif untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa Indonesia. Pada dasarnya, pendidikan merupakan upaya yang terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar dapat berkembang dan tumbuh menjadi manusia yang mandiri, bertanggungjawab, berilmu, kreatif, sehat, sekaligus berakhlak mulia, baik dilihat dari aspek jasmani maupun rohani. 
Manusia yang berakhlak mulia, yang memiliki moralitas tinggi sangat dituntut untuk dibentuk atau dibangun. Bangsa Indonesia tidak hanya sekedar memancarkan kemilau pentingnya pendidikan, melainkan bagaimana bangsa Indonesia mampu merealisasikan konsep pendidikan dengan cara pembinaan, pelatihan dan pemberdayaan SDM Indonesia secara berkelanjutan dan merata. 
Dengan mempertimbangkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, baik dalam kedudukan sebagai bahasa nasional maupun sebagai bahasa negara, sesuai dengan UU RI Nomor 24 tahun 2009 menegaskan bagaimana pentingnya bahasa Indonesia dalam proses pendidikan ini. Bahasa dan sastra Indonesia berfungsi sebagai hasil cipta intelektual dalam produk budaya, diarahkan sebagai sarana pembinaan kesatuan dan persatuan bangsa, sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya, sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, sarana penyebarluasan pemakaian bahasa Indonesia yang baik untuk berbagai keperluan menyangkut berbagai masalah, sarana pengembangan penalaran, dan sarana pemahaman beragam budaya Indonesia melalui khazanah kesusasatraan Indonesia.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa kepribadian indonesia adalah kepribadian yang pancasilais, yaitu kepribadian yang religius, penuh rasa kemanusiaan, rasa persatuan, rasa demokratis, dan rasa keadilan sosial. Seluruh kepribadian ini salah satunya akan tercermin melalui cara berkomunikasi. Dengan jati diri dan karakter yang kuat, diharapkan bangsa Indonesia tetap mampu bersaing dan sekaligus ikut bermain peran dalam kancah kehidupan global. Bangsa yang berkarakter—dalam hal ini—tidak saja bangsa yang mampu memperlihatkan jati diri dan kepribadian yang kuat, tetapi juga penuh tanggung jawab, jujur, disiplin, berkualitas, dan mempunyai kompetensi yang tinggi.
Terkait dengan hal tersebut, bahasa Indonesia termasuk sastra, di dalamnya memegang peranan yang amat penting dalam pendidikan karakter bangsa. Hal itu karena dengan mencintai bahasa Indonesia berarti juga mencintai bangsa Indonesia karena bahasa pada hakikatnya juga merupakan simbol identitas bangsa. Sebagai sarana komunikasi, bahasa juga mampu membangun keterampilan berkomunikasi, keterampilan menyampaikan pendapat, gagasan, dan pandangan dalam menyikapi suatu persoalan yang dihadapi dalam kehidupan pada era global ini. Keterampilan seperti itu tentu sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan zaman.
Dengan bahasa Indonesia, kita dapat belajar untuk mencintai Indonesia, membanggakan Indonesia, dan pada akhirnya, belajar dengan tekun sehingga mampu menunjukkan kepada dunia, bahwa negara yang kita cintai ini memiliki karakter yang hebat dan mampu bersaing menjadi yang terbaik dalam menjawab tantangan global. Tetap berjuang untuk Negara kita tercinta, untuk yang lebih baik di waktu yang akan datang, dari hari ini. Jangan pernah bosan sebelum berhasil, semoga Tuhan segera memberikan wujud nyata terhadap usaha dan perjuangan kita, sehingga tercapai cita-cita Negara kita.

Sekian yang dapat saya sampaikan, jika ada perkataan atau tutur saya yang kurang berkenan saya mohon maaf, sekian dan terimakasih.



PIDATO
PERANAN BAHASA

Hadirin yang saya hormati,
Sebagai pembuka, marilah kita memanjatkan rasa puji syukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, yang tidak pernah berhenti sedikitpun memberikan rahmat dan nikmat kepada kita, sehingga kita dapat hadir dalam ruangan ini bersama-sama memenuhi kewajiban kita dalam menuntut ilmu, yang mana ilmu tersebut sebagai bekal kita untuk menatap masa depan yang lebih baik, di dunia maupun di akhirat nanti.
Pada kesempatan yang berbahagia ini marilah kita niati untuk menambah ilmu, agar segala yang kita lakukan bisa benar – benar menghasilkan manfaat yang baik.
Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku dan budaya. Keberagaman suku dan budaya di Indonesia memunculkan kekayaan bahasa dan sastra. Keberagaman bahasa yang ada menjadikan Indonesia membutuhkan bahasa persatuan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi. Maka, Indonesia memilih Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Sebuah bahasa yang besar, yang layak untuk menjadi sebuah kebanggaan.
Harus bangga dengan bahasa Indonesia yang sekarang kita miliki, Ini karena untuk dapat mengucapkan bahasa ini secara bebas, membutuhkan perjuangan yang begitu berat. Saat ini, indonesia memang sudah hidup di Negara yang merdeka. Tidak ada lagi peperangan melawan penjajah. Akan tetapi, bukan berarti kita berhenti dalam berjuang. Kita dapat turut berperan serta dalam pembangunan Nasional dengan cara menuntaskan program wajib belajar, membayar pajak, mematuhi perundang-undangan yang ada dan masih banyak lagi yang lainnya. Sebagai pelajar, kita juga harus menjaga semangat perjuangan untuk membangun Negara kita dengan cara belajar dan turut menyukseskan program pendidikan nasional. salah satunya juga dengan belajar bahasa Indonesia secara baik dan benar.
Saat ini, penggunaan bahasa Indonesia cenderung dikalahkan oleh bahasa asing. Padahal, pengutamaan bahasa Indonesia sebagai identitas nasional merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Kemajuan teknologi dan sumber daya tidak seharusnya membuat Bangsa ini melupakan identitas dirinya yang tercemin dalam Sumpah Pemuda, yang menyatakan bahwa kita memiliki satu bahasa pemersatu, yakni bahasa Indonesia. Pendidikan Sekolah dan perguruan tinggi sebagai salah satu sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tempat yang paling efektif untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa Indonesia. Pada dasarnya, pendidikan merupakan upaya yang terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar dapat berkembang dan tumbuh menjadi manusia yang mandiri, bertanggungjawab, berilmu, kreatif, sehat, sekaligus berakhlak mulia, baik dilihat dari aspek jasmani maupun rohani. 
Manusia yang berakhlak mulia, yang memiliki moralitas tinggi sangat dituntut untuk dibentuk atau dibangun. Bangsa Indonesia tidak hanya sekedar memancarkan kemilau pentingnya pendidikan, melainkan bagaimana bangsa Indonesia mampu merealisasikan konsep pendidikan dengan cara pembinaan, pelatihan dan pemberdayaan SDM Indonesia secara berkelanjutan dan merata. 
Dengan mempertimbangkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, baik dalam kedudukan sebagai bahasa nasional maupun sebagai bahasa negara, sesuai dengan UU RI Nomor 24 tahun 2009 menegaskan bagaimana pentingnya bahasa Indonesia dalam proses pendidikan ini. Bahasa dan sastra Indonesia berfungsi sebagai hasil cipta intelektual dalam produk budaya, diarahkan sebagai sarana pembinaan kesatuan dan persatuan bangsa, sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya, sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, sarana penyebarluasan pemakaian bahasa Indonesia yang baik untuk berbagai keperluan menyangkut berbagai masalah, sarana pengembangan penalaran, dan sarana pemahaman beragam budaya Indonesia melalui khazanah kesusasatraan Indonesia.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa kepribadian indonesia adalah kepribadian yang pancasilais, yaitu kepribadian yang religius, penuh rasa kemanusiaan, rasa persatuan, rasa demokratis, dan rasa keadilan sosial. Seluruh kepribadian ini salah satunya akan tercermin melalui cara berkomunikasi. Dengan jati diri dan karakter yang kuat, diharapkan bangsa Indonesia tetap mampu bersaing dan sekaligus ikut bermain peran dalam kancah kehidupan global. Bangsa yang berkarakter—dalam hal ini—tidak saja bangsa yang mampu memperlihatkan jati diri dan kepribadian yang kuat, tetapi juga penuh tanggung jawab, jujur, disiplin, berkualitas, dan mempunyai kompetensi yang tinggi.
Terkait dengan hal tersebut, bahasa Indonesia termasuk sastra, di dalamnya memegang peranan yang amat penting dalam pendidikan karakter bangsa. Hal itu karena dengan mencintai bahasa Indonesia berarti juga mencintai bangsa Indonesia karena bahasa pada hakikatnya juga merupakan simbol identitas bangsa. Sebagai sarana komunikasi, bahasa juga mampu membangun keterampilan berkomunikasi, keterampilan menyampaikan pendapat, gagasan, dan pandangan dalam menyikapi suatu persoalan yang dihadapi dalam kehidupan pada era global ini. Keterampilan seperti itu tentu sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan zaman.
Dengan bahasa Indonesia, kita dapat belajar untuk mencintai Indonesia, membanggakan Indonesia, dan pada akhirnya, belajar dengan tekun sehingga mampu menunjukkan kepada dunia, bahwa negara yang kita cintai ini memiliki karakter yang hebat dan mampu bersaing menjadi yang terbaik dalam menjawab tantangan global. Tetap berjuang untuk Negara kita tercinta, untuk yang lebih baik di waktu yang akan datang, dari hari ini. Jangan pernah bosan sebelum berhasil, semoga Tuhan segera memberikan wujud nyata terhadap usaha dan perjuangan kita, sehingga tercapai cita-cita Negara kita.

Sekian yang dapat saya sampaikan, jika ada perkataan atau tutur saya yang kurang berkenan saya mohon maaf, sekian dan terimakasih.


Selasa, 15 Mei 2018


WACANA
ARTIKEL

Description: C:\Users\Public\Pictures\Sample Pictures\logouniversitas.gif


OLEH
NAMA: FERBINA BR TARIGAN
NIM: 150388201074



PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
 UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG


ARTIKEL BUKU SINTAKSIS

Description: C:\Users\ACER\Downloads\gambarsintaksis.jpg

Judul                : sinaksis sebuah panduan praktis                                     
Pencipta          : Dra. Sukini M.Pd
Penerbit           : Yuma Pustaka
Tahun Terbit    : 2010
Tebal Buku      : 148 halaman

      
Sintaksis adalah cabang linguistic yang membicarakan hubungan antar kata dalam tuturan. Unsur bahasa yang termasuk dalam lingkup sintaksis adalah frasa, klausa dan kalimat. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif, Misalnya rumah mewah. Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, yang sekurang-kurangnya memiliki sebuah predikat, dan berpotensi menjadi kalimat, dengan kata lain klausa membicarakan hubungan sebuah gabungan kata dengan kata yang lain. Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relative berdiri sendiri, yang sekurang-kurangnya memiliki sebuah subjek dan predikat.
sintakmatis adalah hubungan linear antara unsur bahasa yang satu dengahn yang lain dalam tataran bahasa tertentu. Hubungan pradikatis adalah hubungan sistematis antara unsur bahasa  yang memiliki kesesuaian. Ada beberapa tataran yang perlu di perhatikan dalam hubungan pradikmatis yaitu, tataran fonemis, tataran morfologis, dan tataran sintaksis.
            Jenis kategori yang dapat menjadi unsur sebuah kalimat adalah nomina, pronominal, verba, adjektiva, numeralia, adverbial dan kata tugas preposisi, konjungsi, partikel. Berdasarkan fungsinya unsur-unsur kalimat ada yang subjek, predikat, objek, pelengkap serta keterangan.
Aspek-aspek sintaksis
1.      Kata
Kata dilihat dari pemakaian bahasa, menurut pemakaian bahasa, kata adalah satuan gramatikal yang di ujarkan, bersifat berulang-ulang, dan secara potensi ujaran itu dapat berdiri sendiri. Menurut pandangan ahli bahasa kata dipandang secara linguis, kata dapat di bedakan menjadi 3 yaitu: kata sebagai satuan fonologis, kata sebagai satuan gramatikal, dan kata sebagai satuan ortografis.
2.      Frasa
Frasa terdiri atas frasa endosentris dan frasa eksosentris.
Frasa eksosentris terdiri atas frasa eksosentris direktif dan eksisentris nondirektif. Frasa endosentris terdiri dari frasa endosentris bersumbu satu dan frasa endosentris bersumbu jamak.
3.      Klausa
Klausa adalah satuan gramatikal yang setidak-tidaknya berdiri atas subjek dan predikat berpotensi menjadi kalimat. Klausa dibedakan menjadi klausa bebas dan klausa terikat. Hubungan antar klausa koordinatif dibedakan menjadi hubungan aditif, adversative, dan anternatif,
4.      Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relative berdiri sendiri, mempunyai intonasi dan secara actual dan potensial terdiri atas klausa. Dilihat dari fungsinya, unsur-unsur kalimat berupa subjek, predikat, objek dan keterangan.

Kamis, 10 Mei 2018




Nama: FERBINA BR TARIGAN

Nim: 150388201074
Kelas: H03

ULASAN BUKU









Judul                   : Strategi Belajar Mengajar
Pengarang          : Dra. Roestiyah N.K.
Penerbit             : PT RINEKA CIPTA
Tahun Terbit      : 2001
Jumlah Halaman: 169 halaman

            Buku strategi belajar mengajar karangan Dra. Roestiyah ini membahas tentang bagaimana seharusnya guru memuliki strategi belajar mengajar agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian atau biasanya disebut metode mengajar. Teknik penyajian pelajaran adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang digunakan pendidik.
Buku ini menguraikan bermacam-macam metode mengajar atau teknik penyajian yang dapat dimanfaatkan oleh guru dalam tugasnya. Perlu dipahami, bahwa setiap jenis teknik penyajian hanya sesuai atau tepat untuk mencapai suatu tujuan yang tertentu pula. Jadi untuk tujuan yang berbeda guru harus menggunakan teknik yang berbeda pula. Buku ini aan memberi bekal kepada mahasiswa sebagai calon guru yang kompeten mengajar, sehingga mereka dalam menunaikan tugasnya nanti dapat lebih efektif dan efisien, disebabkan karena mereka banyak menguasai banyak teknik penyajian pembelajaran.
Keunggulan buku ini yaitu, buku ini menggunakan bahasa yang mudah dimengerti pembaca sehingga apa yang diinginkan penulis dapat tersampaikan, pemaparannya secara sistematis dan diuraikan tahap demi tahap guna membantu pembaca untuk memahaminya dan buku ini juga memaparkan contoh implementasi beserta penerapannya. Tetapi buku ini juga memiliki kelemahan yaitu, di dalam buku ini masih ada beberapa kata yang mengandung arti m,embingungkan bagi pembaca dan buku ini juga terlalu banyak memaparkan teori sehingga pembaca bingung dan cenderung malas untuk mencari arti sebenarnya yang ingin di sampaikan oleh penulis.