NAMA:
FERBINA BR TARIGAN
NIM:
15038820174
CERPEN
TELAT BANGUN PAGI
Bel berbunyi, semua siswa masuk ke kelasnya masing-masing.
Andi, dia seorang siswa kelas 8. Andi berlari dari luar gerbang dan masuk ke
lingkungan sekolah, dia melihat sekeliling lapangan sekolah tidak ada seorang
siswa pun berada di luar.
Dia berlari sekencang nya menuju ruangan. Sampai di pintu
kelasnya, Andi langsung berlari masuk tanpa melihat sekeliling dan tidak ada
memberi salam. Sampai di mejanya, dia terhenti dan melihat ke meja guru.
Ternyata guru nya belum masuk, dia menarik nafas dalam-dalam “syukurlah bu
mawar belum masuk” gumam dia dalam hati.
Tiba-tiba seorang siswa mengejutkan dia, ternyata Rio
temannya “hey, mengapa kamu telat masuk kelas?”
“Saya telat bangun pagi, mengapa ibuk belum masuk?”
“eh iya, kebetulan ibuk itu tadi memberi pesan bahwa dia
tidak bisa masuk hari ini”
“oh kalau seperti itu ayolah makan ke kantin sekolah, soalnya
saya tidak sarapan karna bangun kesiangan”
“ayo”
Andi dan Rio pergi sarapan ke kantin sekolah. Selesai sarapan
mereka kembali ke kelas.
Bel berbunyi, tanda istirahat.
Tinggal Andi dan Rio di dalam kelas, karna yang lain pergi ke
kantin. Tidak lama kemudian Andi dan Rio ketiduran di dalam kelas.
10 menit kemudian bel berbunyi kembali, tanda masuk (pergantian
les). Semua siswa kembali ke ruangan. Andi dan Rio masih tertidur. Ada seorang
siswa berkata, namanya Ria “teman-teman, kita tidak perlu membangunkan mereka,
biarlah ibuk yang membangunkan nya nanti”. Teman satu kelasnya semua setuju.
Tiba- tiba bu Sinta datang, semua siswa terdiam.
“Selamat pagi anak-anak” sapa ibu sinta ke siswa nya
“pagi juga buk” jawab siswa-siswanya dengan semangat
Pandangan bu Sinta menatap Andi dan Rio yang masih tertidur.
Bu Sinta menghampiri mereka
“Andi, Rio bangun” kata bu Sinta berulang kali
Tetap tidak terbangun.
Baaaaaaarr, semua yang ada di dalam ruangan terkejut dan
menatap ke arah ibu Sinta. Ternyata bu Sinta memukul meja Andi dengan penghapus
kayu. Andi dan Rio pun terbangun, karna mereka melihat ibu Sinta tepat di
hadapannya, Andi dan Rio jadi takut.
“Mengapa kalian tidur di dalam kelas?” tanya ibu Sinta ke
Andi dan Rio
“Ma maaf buk” kata Andi dengan nada ketakutan “kami tidak
mendengar suara bel buk, makanya kami masih tertidur”
“Kalian tidak akan mendengar suara apapun jika kalian
tertidur seperti tadi” kata bu Sinta dengan nada marah
“maaf buk, kami tidak akan mengulanginya lagi buk” kata Andi
“Iya, sekarang saya maafkan, sekali lagi jangan di ulang
seperti ini”
“Iya buk” jawab Andi dan Rio
Setelah itu, kegiatan belajar mengajar pun berlangsung sampai
selesai.
Bel berbunyi, tanda pulang. Semua siswa berkemas untuk pulang
ke rumah masing-masing. Begitu juga dengan Andi dan Rio. Di perjalanan Andi dan
Rio berbincang-bincang.
“Besok kita sama berangkat ke sekolah, aku tunggu kamu di
depan rumah” kata Rio kepada Andi
“Ok” kata Andi
Rio sampai duluan dari pada Andi, mereka jadinya terpisah.
Paginya, kring kring kring suara alarm Andi berbunyi, dia
terbangun dan melihat jam. Ternyata sudah menunjukkan jam 7 pagi. Dia langsung
loncat dari tempat tidur dan lari ke kamar mandi. Setelah mandi dia memakai
seragam dan langsung berangkat ke sekolah.
Sampai di depan rumah Rio, ternyata Rio pun belum berangkat
karna telat bangun pagi juga.
“Rio Rio cepat nanti kita telat lagi” kata Andi dari gerbang
rumah Rio
Rio langsung berlari keluar dan langsung berangkat, dengan
langkah yang cepat.
Sampai di depan gerbang sekolah, mereka terdiam. Ternyata
gerbang sekolah telah ditutup.
Andi dan Rio tidak dapat masuk lagi ke dalam kelas. Akhirnya,
dengan wajah yang kecewa mereka berdua kembali ke rumah. Di perjalanan Andi
berkata “besok kita harus bangun cepat, supaya tidak telat seperti ini”
“iya, saya juga kecewa, tetapi ini kan salah kita sendiri”
sahut Rio
“memang benar, pokonya besok kita harus bangun pagi cepat,
supaya tidak telat seperti ini” tegas Andi sekali lagi
“ok lah” kata Rio
Andi dan Rio pun sampai ke rumahnya masing-masing dengan rasa
kecewa terhadap diri sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar