WACANA
ARTIKEL

OLEH
NAMA: FERBINA BR
TARIGAN
NIM: 150388201074
PENDIDIKAN BAHASA DAN
SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
ARTIKEL BUKU SINTAKSIS

Judul :
sinaksis sebuah panduan praktis
Pencipta : Dra.
Sukini M.Pd
Penerbit :
Yuma Pustaka
Tahun Terbit : 2010
Tebal Buku : 148
halaman
Sintaksis adalah cabang linguistic
yang membicarakan hubungan antar kata dalam tuturan. Unsur bahasa yang termasuk
dalam lingkup sintaksis adalah frasa, klausa dan kalimat. Frasa adalah gabungan
dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif, Misalnya rumah mewah. Klausa
adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, yang sekurang-kurangnya memiliki
sebuah predikat, dan berpotensi menjadi kalimat, dengan kata lain klausa
membicarakan hubungan sebuah gabungan kata dengan kata yang lain. Kalimat
adalah satuan bahasa yang secara relative berdiri sendiri, yang
sekurang-kurangnya memiliki sebuah subjek dan predikat.
sintakmatis adalah hubungan linear antara unsur bahasa yang
satu dengahn yang lain dalam tataran bahasa tertentu. Hubungan pradikatis
adalah hubungan sistematis antara unsur bahasa
yang memiliki kesesuaian. Ada beberapa tataran yang perlu di perhatikan
dalam hubungan pradikmatis yaitu, tataran fonemis, tataran morfologis, dan
tataran sintaksis.
Jenis
kategori yang dapat menjadi unsur sebuah kalimat adalah nomina, pronominal,
verba, adjektiva, numeralia, adverbial dan kata tugas preposisi, konjungsi,
partikel. Berdasarkan fungsinya unsur-unsur kalimat ada yang subjek, predikat,
objek, pelengkap serta keterangan.
Aspek-aspek sintaksis
1.
Kata
Kata dilihat dari pemakaian bahasa,
menurut pemakaian bahasa, kata adalah satuan gramatikal yang di ujarkan,
bersifat berulang-ulang, dan secara potensi ujaran itu dapat berdiri sendiri.
Menurut pandangan ahli bahasa kata dipandang secara linguis, kata dapat di
bedakan menjadi 3 yaitu: kata sebagai satuan fonologis, kata sebagai satuan
gramatikal, dan kata sebagai satuan ortografis.
2.
Frasa
Frasa terdiri atas frasa endosentris
dan frasa eksosentris.
Frasa eksosentris terdiri atas frasa
eksosentris direktif dan eksisentris nondirektif. Frasa endosentris terdiri
dari frasa endosentris bersumbu satu dan frasa endosentris bersumbu jamak.
3.
Klausa
Klausa adalah satuan gramatikal yang
setidak-tidaknya berdiri atas subjek dan predikat berpotensi menjadi kalimat.
Klausa dibedakan menjadi klausa bebas dan klausa terikat. Hubungan antar klausa
koordinatif dibedakan menjadi hubungan aditif, adversative, dan anternatif,
4.
Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa yang
secara relative berdiri sendiri, mempunyai intonasi dan secara actual dan
potensial terdiri atas klausa. Dilihat dari fungsinya, unsur-unsur kalimat
berupa subjek, predikat, objek dan keterangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar