Selasa, 15 Mei 2018


WACANA
ARTIKEL

Description: C:\Users\Public\Pictures\Sample Pictures\logouniversitas.gif


OLEH
NAMA: FERBINA BR TARIGAN
NIM: 150388201074



PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
 UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG


ARTIKEL BUKU SINTAKSIS

Description: C:\Users\ACER\Downloads\gambarsintaksis.jpg

Judul                : sinaksis sebuah panduan praktis                                     
Pencipta          : Dra. Sukini M.Pd
Penerbit           : Yuma Pustaka
Tahun Terbit    : 2010
Tebal Buku      : 148 halaman

      
Sintaksis adalah cabang linguistic yang membicarakan hubungan antar kata dalam tuturan. Unsur bahasa yang termasuk dalam lingkup sintaksis adalah frasa, klausa dan kalimat. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif, Misalnya rumah mewah. Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, yang sekurang-kurangnya memiliki sebuah predikat, dan berpotensi menjadi kalimat, dengan kata lain klausa membicarakan hubungan sebuah gabungan kata dengan kata yang lain. Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relative berdiri sendiri, yang sekurang-kurangnya memiliki sebuah subjek dan predikat.
sintakmatis adalah hubungan linear antara unsur bahasa yang satu dengahn yang lain dalam tataran bahasa tertentu. Hubungan pradikatis adalah hubungan sistematis antara unsur bahasa  yang memiliki kesesuaian. Ada beberapa tataran yang perlu di perhatikan dalam hubungan pradikmatis yaitu, tataran fonemis, tataran morfologis, dan tataran sintaksis.
            Jenis kategori yang dapat menjadi unsur sebuah kalimat adalah nomina, pronominal, verba, adjektiva, numeralia, adverbial dan kata tugas preposisi, konjungsi, partikel. Berdasarkan fungsinya unsur-unsur kalimat ada yang subjek, predikat, objek, pelengkap serta keterangan.
Aspek-aspek sintaksis
1.      Kata
Kata dilihat dari pemakaian bahasa, menurut pemakaian bahasa, kata adalah satuan gramatikal yang di ujarkan, bersifat berulang-ulang, dan secara potensi ujaran itu dapat berdiri sendiri. Menurut pandangan ahli bahasa kata dipandang secara linguis, kata dapat di bedakan menjadi 3 yaitu: kata sebagai satuan fonologis, kata sebagai satuan gramatikal, dan kata sebagai satuan ortografis.
2.      Frasa
Frasa terdiri atas frasa endosentris dan frasa eksosentris.
Frasa eksosentris terdiri atas frasa eksosentris direktif dan eksisentris nondirektif. Frasa endosentris terdiri dari frasa endosentris bersumbu satu dan frasa endosentris bersumbu jamak.
3.      Klausa
Klausa adalah satuan gramatikal yang setidak-tidaknya berdiri atas subjek dan predikat berpotensi menjadi kalimat. Klausa dibedakan menjadi klausa bebas dan klausa terikat. Hubungan antar klausa koordinatif dibedakan menjadi hubungan aditif, adversative, dan anternatif,
4.      Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relative berdiri sendiri, mempunyai intonasi dan secara actual dan potensial terdiri atas klausa. Dilihat dari fungsinya, unsur-unsur kalimat berupa subjek, predikat, objek dan keterangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar